Alasan Ketua RT di Depok Nekat Potong Dana Bansos Covid 19


Salah satu ketua RT di Depok, tepatnya di Mampang, Pancoranmas mendadak jadi pusat perhatian dan buah bibir masyarakat.

Itu karena keputusannya yang memotong dana bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota Depok, sebesar Rp 25.000 per kepala keluarga (KK).

Terkait putusannya itu, sang ketua RT, Barep Suroso sontak mendapat cibiran dari warganya. Banyak yang menuding jika dia ingin mengambil keuntungan.

Namun hal itu dibantah secara tegas olehnya. Barep menjelaskan, bahwa potongan dana bansos itu dipilih agar semua warga RT 005 RW 006 mendapat bantuan secara merata. Sebab, jumlah penerima dana bansos yang ditetapkan Pemkot Depok di wilayahnya, tak sesuai dengan jumlah yang ia ajukan.

“Seperak pun saya enggak ‘makan’ sama sekali,” tegasnya.

“Saya mengajukan (jumlah penerima dana bansos) sekitar 100 KK, tetapi yang turun itu cuma 39 KK. Nah saya berpikir keras bagaimana membaginya,” ucap dia, seperti dilansir today.line.me.

Karenanya, Barep menyunat dana Rp 25.000, sehingga per KK hanya menerima Rp 225.000, dari yang mestinya senilai Rp 250.000 per KK.

“Warga ini dapat dan yang ini enggak dapat, padahal secara ekonomi sama. Ini pasti warga akan tanya saya kenapa dia enggak dapat, saya jawabnya bagaimana?”

“Tapi terus terang, dengan potongan Rp 25.000 itu saya akui salah. Tapi saya memikirkan lagi bagaimana warga saya yang tidak dapat,” ujarnya.

Akhirnya, putusannya untuk memotong dana dan membelanjakan dalam bentuk sembako diurungkan. Dana yang disunat telah dikembalikan kepada tiap penerima dana bansos.

LihatTutupKomentar