Berakibat Fatal, KB Spiral Perempuan Ini Tembus Dinding Rahim


Seorang perempuan asal Changchun, China, mendapatkan dirinya mengalami masalah di bagian kandung kemihnya.

Pasalnya, gejala buang air kecil berdarah dan nyeri punggung tak tertahankan membuat perempuan berusia 26 tahun ini harus pergi ke dokter.

Tak disangka, alat kontrsepsi KB spiral atau IUD yang dipakainya 6 tahun lalu telah menembus dinding rahim.

Sayangnya, alat kontrasepsi berbentuk T itu tidak berhasil karena ia 'kebobolan' karena posisi KB Spiral tersebut bergeser.

Pada akhirnya perempuan ini harus melahirkan seorang anak melalui operasi caesar, ketika operasi berjalan,

Sang dokter tidak melihat adanya alat IUD, sehingga tim medis berpikir alat tersebut telah 'tertanam' di dinding rahimnya.

Setelah melahirkan, perempuan ini kembali memasang IUD dengan harapan untuk tidak hamil lagi. Setelah perempuan ini mengaku merasakan sakit yang amat sangat di kandung kemihnya, dokter dari The First Hospital of Jilin University di Changchun, China, melakukan X-ray.

Hasil dari rontgen ini mengejutkan dokter karena IUD pertama yang dulu ia pasang pada uterus pasiennya itu hilang dan sudah berpindah ke kandung kemihnya. "Sejauh yang kami tahu, pergeseran posisi IUD ke kandung kemih menyebabkan gejala kencing kronis, hal ini jarang terjadi," tutur sang dokter.

Pada kasus langka, IUD dapat menyebabkan masalah, termasuk 'perforasi' rahim, yang berarti KB Spiral terdorong melalui dinding rahim. Ini terjadi hanya pada sekitar 1 dari 1.000 wanita yang mendapatkan IUD, kata para peneliti, "Begitu IUD melubangi rahim, ia dapat bergerak bebas ke banyak tempat,".

Termasuk rongga perut atau rongga panggul (tempat kandung kemih berada), tulis para peneliti dalam laporan mereka yang diterbitkan dalam jurnal Medicine edisi Oktober. Salah satu dampak dari pemasangan IUD adalah perforasi rahim, yang berarti KB Spiral menebus dinding rahim.

Berdasarkan NCBI, perforasi uterus oleh IUD merupakan komplikasi serius dan ini mungkin terjadi selama pemasangan dan pemakaian. Perforasi rahim memang jarang terjadi, tapi sekali terjadi berpotensi fatal, gejala dari terjadinya perforasi rahim adalah rasa sakit di sekitar panggul dan pendarahan.

Risiko kesehatan dari perforasi rahim ini antara lain, kerusakan parah pada visera (yaitu usus, ginjal) dan peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut). Untungnya, wanita yang mengalami perforasi ini tidak menunjukkan gejala komplikasi apapun setelah KB Spiralnya dikeluarkan.(*)

BERAKIBAT FATAL

KB Spiral Perempuan Ini Tembus Dinding Rahim

LihatTutupKomentar