Ditinggal Pergi Suami dan Tak Punya Pekerjaan Inah dan 3 Anaknya Sampai Harus Makan Nasi Basi untuk Mengganjal Perut


Inilah kisah hidup memilukan dari seorang ibu dan tiga anak di Kampung Pesantren RT 02/RW 02 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Keempat anggota keluarga ini sudah bertahun-tahun hidup dalam garis kemiskinan.

Selama ini, mereka hanya bertumpu pada belas kasihan tetangga sekitar. Terutama untuk soal makan dan minum.

Ketiadaan sumber penghasilan serta peralatan masak di rumah, membuat Inah, tidak bisa menyiapkan makanan untuk anak-anaknya, meski hanya makanan sederhana.

Dan jangankan untuk peralatan masak, listrik dan air saja tidak mereka miliki.

Sehingga, Inah dan ketiga anaknya hidup dalam kegelapan, serta baru akan mandi ketika hujan turun.

Yang lebih menyayat hati, Inah dan anak-anaknya kerap memakan sisa nasi bekas bahkan basi demi bisa mengganjal perut.

Suami Inah sendiri yang bertanggung jawab penuh atas hidup ia dan anak-anaknya telah memutuskan pergi entah kemana, tanpa alasan yang jelas.

Sedangkan dua dari tiga anaknya mengalami keterbelakangan mental.

Hal inilah yang semakin mendorong warga sekitar untuk menolong Inah. Bukan hanya makan minum, tapi juga membantunya dalam mengurus administrasi kependudukan.

“Ya selama ini hanya orang yang peduli saja. Bahkan sampai bantu urus KTP dan KK,” kata salah seorang tetangga Nini Rusnaeni.

Nini menerangkan, pengurusan adiminstrasi kependudukan itu bertujuan untuk memudahkan mereka dalam membantu Inah, untuk mendapatkan bantuan baik dari Pemda Kota Cirebon maupun Pemprov Jabar dan pusat.

“Inah dan keluarga sudah memiliki KTP dan KK inisiatif para tetangga agar dapat bantuan. Tapi kami tidak paham kenapa bantuan tak juga didapat padahal sudah diurus,” keluh dia, dilansir today.line.me.

Namun belakangan, Baznas Kota Cirebon telah mengulurkan bantuan kepada keluarga Inah.

“Alhamdulilah kami lakukan assessmen dan hari ini bisa dibantu meskipun sedikit, Insya Allah kami akan bantu beberapa hal, kaitan dengan MCK, membantu masalah air, sembako sampai bisa terbantu,” kata Ketua Baznas Kota Cirebon, M Taufik.

LihatTutupKomentar