Harga Ayam Jatuh Hingga Rp 6000 Per Kg di Tengah Wabah Corona


Pandemi corona tidak hanya berimbas pada pekerja sektor informal seperti karyawan perusahaan, namun juga ke peternak. Seperti peternak ayam.

Sejak mewabahnya virus corona di Indonesia, harga jual ayam turun secara signifikan.

Penurunan harga saat ini bahkan kian parah, setelah diterapkannya work from home (WFH) serta PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Dimana kini, harga ayam per kilonya hanya berkisar Rp 6.000 – Rp 9.000, dari harga normal Rp 18.000 – Rp 19.000 per kilo.

Ditambah, adanya ulah mafia yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kesulitan. Hal ini mengacu pada harga ayam di pasaran yang tetap tinggi, meski terjadi penurunan harga.

“Saat kami jual langsung ke masyarakat, ternyata laris manis. Ini artinya, ada masalah di tengah. Kalau memang corona daya beli ayam sepi, mestinya tidak laris, dan harga di pasaran turun. Ini harganya tetap tinggi,” keluh salah seorang peternak ayam di Kuningan, Jawa Barat, Muhammad Miftahudin, dilansir Kompas.com.

Menurutnya, bila hal ini terus berlangsung, kemungkinan besar nasib buruk menghampiri para peternak ayam, karena usaha mereka terancam gulung tikar.

Karenanya, Mifathudin sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi terbaik untuk memecahkan masalah ini.

KASIHAN PETERNAK :'(

Peternak Bingung Padahal Harga di Pasaran Masih Tinggi. Kok Bisa ??

LihatTutupKomentar