Sedih! Petugas yang Mandikan Jenazah Corona di Rumah Sakit ini Sampai dijauhi Anak dan Istri


Dalam pandemi corona ini, ada banyak pihak yang turut terlibat. Bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis lain, namun juga pengemudi ambulans, petugas memandikan jenazah dan tukang gali kubur.

Di mana kesemua posisi itu juga rentan terpapar Covid-19. Sehingga di sini, sudah jelas, ada banyak nyawa yang turut terancam dalam virus ini.

Yang lebih dikhawatirkan, virus itu dibawa pulang oleh mereka dan menularkan kepada keluarga. Hal inilah yang menjadi momok tersendiri bagi mereka yang sedang berada di garda terdepan.

Bahkan baru-baru ini, mencuat kisah petugas memandikan jenazah di Lampung yang sampai-sampai dijauhkan oleh istri dan anak-anaknya karena khawatir tertular virus corona.

Bagi Amri Tua Manik, ini adalah pengalaman terburuknya selama 10 tahun mengemban tugas memandikan jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

“Jadi saya pulang ke rumah masuk lewat pintu belakang. Istri saya bilang jangan dulu dekat-dekat anak. Selama 10 tahun saya memandikan jenazah, baru kali ini istri saya takut dan khawatir begitu,” ungkap Amri, seperti dilansir TribunPekanbaru.com.

Sebagai suami, Amri pun paham betul mengenai tindakan istrinya, yang bertujuan untuk melindungi keluarga. Sehingga dia tidak keberatan bila harus menjaga jarak sementara dengan istri dan anaknya.

Sebagai sosok yang terlibat langsung dalam bencana non-alam ini, Amri berharap pandemi corona di Indonesia dan ratusan negara lain yang terjangkiti segera berlalu, agar semuanya kembali dapat menjalani hidup dengan damai dan nyaman.

PENGORBANAN TEAM MEDIS :'(

Kisah Sedih Petugas yang Mandikan Jenazah Corona di Rumah Sakit ini Sampai dijauhi Anak dan Istri

LihatTutupKomentar