Yang Lainnya Senang dibebaskan, Tapi Napi ini Malah Menolak Ketika Akan dibebaskan


Bebas sebelum waktunya, siapa yang tidak senang?

Sejak mewabah virus corona (Covid-19) di Indonesia, Menteri Hukum dan HAM menerapkan aturan tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Total, ada 30.000 narapidana yang akan dibebaskan melalui dua program tersebut, yang sudah menjalani setengah masa tahanan.

Namun uniknya, di tengah penerapan aturan ini, ada beberapa narapidana yang justru menolak. Mereka tidak mau dibebaskan, dan tetap ingin berada di balik jeruji besi, sampai masa tahanan mereka habis.

Salah satunya adalah Ambo (42), narapidana di Rutan Klas IIA Samarinda, Kalimantan Timur.

Alasannya menolak hak asimilasi program Kemenkuham dan memilih bertahan di rutan pun sungguh menyayat hati.

“Kalau saya keluar, mau ke mana. Mending di sini, sudah banyak teman,” ucap dia.

Ya, ketiadaan tempat tinggal dan sanak saudara di Kalimantan Timur lah yang mendorong hatinya untuk menolak hak asimilasi. Sebab, Ambo merupakan pendatang. Dia berasal dari Parepare, Sulawesi Selatan.

“Orangtua sudah meninggal. Istri diambil orang (cerai). Saya bagus di sini saja (Rutan). Banyak teman,” kata bapak satu anak tersebut.

Selain itu, hal lain yang membuat Ambo enggan menerima hak asimilasi karena banyak aktivitas di rutan yang membuat dirinya betah dan nyaman tinggal di sana.

“Saya bantu teman angkat titipan makanan, nanti saya diberi makanan,” kata dia menceritakan salah satu aktivitasnya di rutan.

“Nyaman di sini. Sudah betah.”

Dilansir TribunMedan.com, Ambo merupakan napi kasus narkotika. Dia divonis empat tahun enam bulan penjara pada akhir 2017 lalu. Dan kini, dia sudah menjalani masa tahanan dua tahun enam bulan. Sehingga, masih tersisa dua tahun, atau baru akan bebas pada tahun 2022 awal.

GAK MAU DIBEBASKAN

Alasannya menolak hak asimilasi program Kemenkuham dan memilih bertahan di rutan pun sungguh menyayat hati.

LihatTutupKomentar