Ditolak 4 Rumah Sakit, Bocah 4 Tahun Asal Ambon ini Akhirnya Meninggal Dunia


Ditolak 4 Rumah Sakit T_T

Bocah 4 Tahun Asal Ambon ini Akhirnya Meninggal Dunia

Miris! Aksi penolakan pasien rumah sakit nyatanya masih terus terjadi. Kali ini bahkan seorang balita yang menjadi korban penolakan rumah sakit.

Dan tidak tanggung-tanggung, balita malang bernama Rafadan itu ditolak empat rumah sakit sekaligus pada Rabu (20/5/2020).

Diungkapkan ayah Rafadan, Basoni, putranya mengidap penyakit langka anemia plastik (kelainan pada sumsum tulang). Penyakit itu sudah lama dideritanya, dan kerap keluar masuk rumah sakit.

Namun memilukannya, di tengah pandemi Covid-19, upaya Basoni untuk merawat putranya di rumah sakit dirasa amat sulit. Dia bahkan mendapat penolakan terus.

Seperti dilansir today.line.me, berangkat dari rumahnya di Dusun Wara Kolam Sembilan, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, Maluku,

Basoni membawa putranya ke rumah sakit pertama, RS Al Fatah, dan disana Rafadan disarankan untuk menjalani rapid test di luar rumah sakit, sebagai syarat untuk ditangani di RS Al Fatah.

“Rumah sakit enggak punya alat tes cepat, jadi silakan pasien rapid test dulu di luar (RS) baru bisa rawat inap di sini,” kata Basoni menirukan ucapan petugas RS.

Atas penolakan itu, Basoni dan istri langsung melarikan anaknya ke Rumah Sakit Tentara (RST) di kawasan Pohon Pule Nusaniwe, Ambon.

Dan lagi-lagi, mereka mendapat penolakan dengan alasan dokter anak di RS tengah melakukan perjalanan dinas luar daerah.

Selanjutnya Basoni membawa Rafadan ke RS Bhakti Rahayu. Kali ini, bukan penolakan secara langsung, rumah sakit tersebut sudah tidak beroperasi dengan pintu gerbang yang tergembok.

Lalu di labuhan terakhir, mereka menuju ke RS Sumber Hidup GMP dan RSUD Haulussy. Rafadan pun kembali ditolak karena rumah sakit tersebut tutup setelah 17 perawat dinyatakan terpapar virus corona.

Di sana lah, Rafadan menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal dunia tanpa sempat mendapat pertolongan apa pun.

LihatTutupKomentar