Perawat yang Ditolak Jenazahnya, Semasa Hidup Tetap Bekerja Walau Sedang Sakit


Sungguh ironis, aksi penolakan pemakaman jenazah Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi meski berbagai penjelasan untuk mematahkan stigma masyarakat terhadap Covid-19 gencar dilakukan.

Yang lebih ironis, jenazah para pahlawan, yang berada di garda terdepan memerangi virus tersebut, yakni tenaga medis juga turut mendapat aksi penolakan.

Seperti jenazah Nuria Kurniasih, perawat RSUP dr Kariadi Semarang.

Nuria meninggal karena terinfeksi virus Covid-19. Namun sayang, jenazahnya ditolak warga, sebagaimana diungkapkan oleh suami mendiang Nuria, Joko Wibowo melalui teleconference dalam acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (15/4/2020) lalu.

“Saya tentunya sangat kecewa saat itu. Sudah tidak ketemu istri sekian lama, memikirkan kondisinya. Akhirnya istri meninggal, hanya ingin menempatkan posisi di liang lahat saja kok ya susah,” katanya.

“Saya rasanya perih. Sudah habis rasanya saat ini. Hanya satu keinginan istri saat itu cepat mendapatkan tempat namun ada beberapa orang yang menolak, itu rasanya sungguh sakit sekali,” sambung dia sambil mengusap air mata.

Padahal, menurut Joko, istrinya sudah mati-matian menangani pasien di tengah kondisi yang tak memungkinkan.

“Istri saya usia 38 tahun menjadi perawat sejak tahun 2005 hingga ajal menjemputnya. Istri saya adalah perawat yang gigih, bekerja seoptimal mungkin.”

“Saat itu kondisinya sebenarnya panas. Tapi dia memaksakan diri untuk tetap bekerja,” jelas Joko.

Hingga akhirnya, semangat kuat dalam diri istrinya terkalahkan oleh stamina yang sudah hilang. Sang istri harus menjalani perawatan di UGD dan berpindah ke ruang ICU karena kondisinya kian memburuk.

Pada Kamis, 9 April 2020, Nuria menghembuskan nafas terakhirnya. Proses pemakamannya sempat diwarnai penolakan oleh warga sekitar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, seperti dilansir today.line.me.

“Jenazah akhirnya diputuskan untuk dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di RS dr Kariadi, di Kompleks TPU Bergota, Semarang, yang terletak di belakang RSUP dr Kariadi,” jelas Humas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan.

LihatTutupKomentar